Penguin Kaisar Terdampar di Selandia Baru

 Penguin Antartika Tersesat ke Selandia Baru

Seekor penguin kaisar ditemukan terdampar di Pantai Peka Peka, Selandia Baru, Senin (20/6) malam.

Penguin kaisar pada umumnya menghabiskan seumur hidup mereka di Antarktika dan hampir tidak pernah mendarat ke pantai yang dekat manusia. Spesies ini terakhir kali terlihat di Selandia Baru, 44 tahun yang lalu.

Para ahli konservasi mengatakan, penguin yang tersesat itu berumur sekitar 10 bulan dengan tinggi 80 cm. Kemungkinan, binatang malang itu berenang ke laut untuk mencari cumi-cumi dan krill (sejenis udang) sebelum kemudian tersesat dan terdampar.

Penguin itu dilaporkan dalam kondisi sehat tetapi harus kembali ke habitatnya di selatan segera.

Liputan6.com, Wellington: Seekor burung penguin jenis kaisar yang biasanya ditemukan di Antartika muncul di Pantai Peka Peka di Selandia Baru. Pemandangan ini jarang terjadi dan merupakan pertama kali seekor penguin kaisar disaksikan berada di Selandia Baru dalam 44 tahun terakhir.
"Saya melihat makhluk berwarna putih berkilau bergerak berdiri dan saya waktu itu mengira saya berimajinasi," kata Christine Wilton, yang menemukan penguin itu ketika dia sedang berjalan-jalan dengan anjingnya.
Departemen konservasi setempat tidak bisa memperkirakan bagaimana penguin itu tiba di sana, dan mengatakan mungkin binatang itu mengambil arah yang salah. "Sangat mengagumkan bahwa kita bisa melihat salah satu penguin ini di pesisir Kapiti," kata pejabat departemen itu, Peter Simpson, seperti dikutip BBC Indonesia, Selasa (21/6).
Pengunjung pantai yang tidak diundang tersebut menarik penonton yang terdiri dari warga setempat dan orang-orang yang lewat yang diperintahkan agar tidak mengganggu sang penguin dan mengikat erat-erat rantai anjing mereka.
Para ahli konservasi mengatakan burung itu masih muda, umurnya sekitar 10 bulan dan tingginya 80 sentimeter. Penguin kaisar merupakan spesies penguin yang paling tinggi dan paling besar. Burung-burung itu bisa tumbuh sampai setinggi 122 sentimeter dan memiliki berat lebih dari 34 kilogram.
Colin Miskelly, seorang ahli penguin dari Te Papa, museum nasional Selandia Baru, mengatakan penguin tersebut tampaknya lahir pada musim dingin lalu di Antartika. Dia mungkin sedang mencari cumi-cumi dan krill, plankton mirip udang dan kemudian mengambil arah yang salah sehingga tersesat dan muncul di North Island di Selandia Baru.

0 komentar:

Posting Komentar